Font size
  • A-
  • A
  • A+
Site color
  • R
  • A
  • A
  • A
MBKM Unand
  • Log in
Skip to main content

2026 Pekerti

  1. Home
  2. Courses
  3. PEKERTI DAN APPLIED APPROACH UNAND
  4. 2026 Pekerti
  • 1 (current)
  • 2
  • » Next
Pendidikan Tinggi sebagai Sistem dan Perubahan Paradigma
2026 Pekerti

Pendidikan Tinggi sebagai Sistem dan Perubahan Paradigma

Materi ini memberikan gambaran komprehensif mengenai transformasi kebijakan sistem pendidikan tinggi di Indonesia yang berfokus pada peningkatan mutu melalui fleksibilitas Standar Nasional dan integrasi sistem penjaminan mutu. Sistem penjaminan mutu perguruan tinggi saat ini memberikan otonomi lebih besar kepada perguruan tinggi untuk menetapkan standar melampaui batas minimum, termasuk melalui penyederhanaan aspek kompetensi lulusan dan tugas akhir. Dengan menekankan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan), kebijakan ini bertujuan menciptakan ekosistem pembelajaran yang adaptif, inovatif, serta mampu menjawab tantangan global dan kebutuhan dunia kerja.

Materi ini juga membahas pergeseran mendasar dalam pendidikan tinggi, dari model pengajaran konvensional yang berpusat pada dosen (Teacher-Centered Learning) menuju paradigma baru yang berpusat pada mahasiswa (Student-Centered Learning). Selain itu, materi ini juga menekankan pentingnya peran dosen sebagai fasilitator dan motivator yang mampu memahami karakteristik belajar mahasiswa dewasa (andragogi) serta mengikuti perkembangan teknologi informasi di era digital.


Peningkatan Kompetensi dan Pengembangan Karir Dosen
2026 Pekerti

Peningkatan Kompetensi dan Pengembangan Karir Dosen

Materi ini membahas upaya sistematis untuk meningkatkan kualitas profesional dosen sekaligus mendukung kemajuan jenjang kariernya di perguruan tinggi. Kompetensi dosen mencakup aspek pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian yang harus terus dikembangkan melalui pelatihan, seminar, penelitian, serta kegiatan akademik lainnya. Program seperti PEKERTI dan Applied Approach (AA) menjadi sarana penting untuk meningkatkan kemampuan dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang efektif.

Materi ini juga membahas pengembangan karier dosen berkaitan dengan jenjang jabatan akademik, mulai dari asisten ahli hingga profesor, yang ditentukan oleh kinerja dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sesuai prinsip Tri Dharma Perguruan Tinggi. Oleh karena itu, dosen dituntut untuk aktif menghasilkan karya ilmiah, meningkatkan kualifikasi pendidikan, serta berkontribusi dalam kegiatan akademik dan sosial. Dengan peningkatan kompetensi yang berkelanjutan, dosen diharapkan mampu mencapai karier yang lebih tinggi sekaligus meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara keseluruhan.


Etika, Moral dan Soft Skill dalam Membangun Keteladanan Dosen
2026 Pekerti

Etika, Moral dan Soft Skill dalam Membangun Keteladanan Dosen

Materi ini menekankan pentingnya peran dosen sebagai figur teladan dalam lingkungan akademik. Etika dan moral menjadi landasan dalam bersikap dan bertindak, seperti menjunjung kejujuran akademik, tanggung jawab, keadilan, serta menghormati mahasiswa dan sesama kolega. Nilai-nilai ini tidak hanya diajarkan, tetapi juga harus tercermin dalam perilaku sehari-hari dosen.

Materi ini membahas konsep dasar etika dan moral dalam pergaulan akademik di perguruan tinggi, termasuk nilai kejujuran, integritas, tanggung jawab, dan saling menghormati, serta penerapannya dalam interaksi antara dosen dan mahasiswa untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan produktif. Selain itu, materi mencakup etika dalam penggunaan teknologi dan penulisan karya ilmiah, termasuk penghindaran plagiarisme, penghormatan hak cipta, serta prinsip dasar publikasi ilmiah seperti kejelasan, ketepatan, dan orisinalitas. Materi ini juga menekankan pentingnya menjaga integritas akademik dengan menghindari pelanggaran seperti fabrikasi dan falsifikasi data agar menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan. 

Selain itu, soft skill seperti komunikasi efektif, empati, kepemimpinan, dan kemampuan mengelola emosi sangat penting dalam menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif dan inspiratif. Melalui kombinasi etika, moral, dan soft skill yang baik, dosen dapat membangun keteladanan yang kuat, sehingga mampu mempengaruhi karakter mahasiswa secara positif sekaligus mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara optimal


Merancang Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
2026 Pekerti

Merancang Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Materi ini membahas langkah-langkah sistematis dalam menyusun kegiatan penelitian dan pengabdian yang terarah, relevan, dan bermanfaat. Perancangan penelitian dimulai dari identifikasi masalah, penentuan tujuan, kajian pustaka, hingga pemilihan metode yang tepat serta penyusunan proposal yang jelas dan terukur. Sementara itu, pengabdian kepada masyarakat dirancang berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat dengan pendekatan yang solutif dan berkelanjutan.

Kedua kegiatan ini merupakan bagian penting dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, sehingga dosen dituntut mampu mengintegrasikan hasil penelitian ke dalam kegiatan pengabdian agar memberikan dampak nyata. Dengan perencanaan yang baik, penelitian tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan


Konsep Dasar Pengembangan Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE)
2026 Pekerti

Konsep Dasar Pengembangan Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE)

Materi ini memberikan panduan komprehensif mengenai transformasi dan implementasi kurikulum pendidikan tinggi berbasis capaian (Outcome-Based Education/OBE) yang menitikberatkan pada kompetensi nyata yang dimiliki mahasiswa pada akhir masa studi. Materi ini mencakup berbagai kompetensi yang dibutuhkan pada masa depan, seperti keterampilan abad ke-21 dan tuntutan industri 4.0, serta transformasi pendidikan tinggi melalui pembelajaran di luar kampus beserta implementasinya dalam kurikulum. Selain itu, dibahas pula konsep dan definisi OBE, perbedaan antara pendidikan tradisional dan pendidikan berbasis capaian, serta tahapan penyusunan kurikulum berbasis capaian, mulai dari penetapan profil lulusan, perumusan capaian pembelajaran lulusan (CPL), pengembangan bahan kajian, hingga penyusunan struktur mata kuliah. Materi ini juga menguraikan tahapan perancangan pembelajaran, yang meliputi perumusan capaian pembelajaran mata kuliah, penyusunan asesmen capaian pembelajaran, pemilihan metode pembelajaran aktif seperti Case-Based Learning atau Team-Based Project, serta penetapan materi ajar.


Psikologi Perkembangan dan Motivasi Pembelajaran Masa Dewasa Awal
2026 Pekerti

Psikologi Perkembangan dan Motivasi Pembelajaran Masa Dewasa Awal

Materi ini membahas karakteristik individu pada fase dewasa awal, yaitu periode ketika mahasiswa mulai membangun kemandirian, identitas diri, serta tanggung jawab sosial dan profesional. Pada tahap ini, perkembangan kognitif sudah matang sehingga individu mampu berpikir kritis, reflektif, dan memecahkan masalah secara kompleks, namun tetap dipengaruhi oleh faktor emosional dan lingkungan.

Dari sisi motivasi belajar, mahasiswa dewasa awal cenderung memiliki dorongan yang lebih beragam, baik intrinsik (keinginan berkembang, minat pribadi) maupun ekstrinsik (karier, tuntutan akademik). Oleh karena itu, dosen perlu memahami karakteristik ini dengan menciptakan pembelajaran yang relevan, kontekstual, dan memberi ruang partisipasi aktif. Pendekatan yang tepat akan meningkatkan keterlibatan mahasiswa serta mendukung pencapaian tujuan pembelajaran secara optimal.


Teori Belajar dan Implementasi dalam Pembelajaran
2026 Pekerti

Teori Belajar dan Implementasi dalam Pembelajaran

Materi ini dirancang untuk membekali dosen dengan pemahaman komprehensif mengenai berbagai paradigma atau pendekatan belajar, yang meliputi teori behaviorisme, kognitivisme, konstruktivisme, sibernetik, dan humanistik. Melalui materi ini, peserta diajak untuk mengevaluasi peran pendidik dan pembelajar dalam masing-masing teori, serta memahami evolusi pendekatan pendidikan dari pedagogi (berpusat pada pengajar) menuju andragogi dan heutagogi (berpusat pada kemandirian pembelajar dewasa).


Teori Konstruktivisme dalam Pembelajaran
2026 Pekerti

Teori Konstruktivisme dalam Pembelajaran

Materi ini menjelaskan bahwa proses belajar terjadi ketika peserta didik secara aktif membangun pengetahuan berdasarkan pengalaman dan interaksi dengan lingkungannya. Dalam Konstruktivisme, pengetahuan tidak sekadar ditransfer dari dosen ke mahasiswa, tetapi dikonstruksi sendiri melalui proses berpikir, refleksi, dan pemecahan masalah.

Pendekatan ini menempatkan mahasiswa sebagai pusat pembelajaran (student-centered), sementara dosen berperan sebagai fasilitator yang menyediakan pengalaman belajar yang bermakna, seperti diskusi, studi kasus, dan pembelajaran berbasis proyek. Dengan menerapkan konstruktivisme, pembelajaran menjadi lebih aktif, kontekstual, dan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis serta pemahaman yang mendalam


Strategi Kognitif Dasar
2026 Pekerti

Strategi Kognitif Dasar

Materi ini membahas cara-cara dasar yang digunakan individu dalam mengolah, menyimpan, dan menggunakan informasi selama proses pembelajaran. Strategi ini berkaitan dengan kemampuan berpikir yang meliputi perhatian, pemahaman, pengorganisasian informasi, serta pengingatan kembali materi yang telah dipelajari.

Dalam pembelajaran, strategi kognitif dasar mencakup teknik seperti mencatat poin penting, membuat ringkasan, mengelompokkan informasi, serta mengaitkan pengetahuan baru dengan pengetahuan yang sudah dimiliki. Penggunaan strategi ini membantu mahasiswa memahami materi secara lebih efektif dan meningkatkan daya ingat jangka panjang. Dengan demikian, strategi kognitif dasar menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas belajar dan pencapaian hasil pembelajaran yang optimal.


Analisis Kompetensi untuk Mata Kuliah
2026 Pekerti

Analisis Kompetensi untuk Mata Kuliah

Materi ini mencakup definisi kompetensi dalam bentuk Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), kisaran jumlah pernyataan CPMK dalam satu mata kuliah, serta karakteristiknya. Selain itu, materi ini membahas hubungan antara CPMK dengan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan Indikator Kinerja (IK), serta keterkaitannya dengan bahan kajian. Penggunaan kata kerja operasional dalam perumusan CPMK juga dijelaskan, termasuk penerapan Taksonomi Bloom. Lebih lanjut, materi ini menguraikan berbagai pendekatan dalam merumuskan pernyataan CPMK, substansi isi pernyataannya, serta konsep Sub-CPMK. Materi ini juga menjelaskan posisi CPMK dalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS), pengenalan asesmen CPMK, termasuk penyusunan tabel asesmen dalam RPS, serta beberapa contoh penerapannya.


Bentuk dan Metode Pembelajaran
2026 Pekerti

Bentuk dan Metode Pembelajaran

Pembelajaran inovatif merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar dengan menempatkan mahasiswa sebagai pusat pembelajaran. Inovasi tidak hanya terletak pada metode, tetapi juga mencakup desain pembelajaran dan sistem asesmen yang harus dirancang secara kreatif dan relevan. Oleh karena itu, pembelajaran inovatif tidak sekadar mengadopsi teknologi, melainkan juga memastikan terjadinya interaksi, kolaborasi, serta asesmen berbasis capaian secara nyata, sehingga transformasi pembelajaran bersifat substantif, bukan sekadar teknis.

Materi ini membahas berbagai cara yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif. Bentuk pembelajaran merujuk pada pola atau model pelaksanaan pembelajaran, seperti pembelajaran tatap muka, daring (online), luring, maupun blended learning yang menggabungkan beberapa bentuk tersebut.

Sementara itu, metode pembelajaran adalah cara yang digunakan dosen dalam menyampaikan materi dan mengelola proses belajar, seperti ceramah, diskusi, tanya jawab, studi kasus, problem-based learning, hingga project-based learning. Pemilihan bentuk dan metode pembelajaran harus disesuaikan dengan capaian pembelajaran, karakteristik mahasiswa, serta materi yang diajarkan agar proses belajar menjadi lebih aktif, efektif, dan bermakna


Metode Pemberian Tugas
2026 Pekerti

Metode Pemberian Tugas

Materi ini membahas salah satu strategi pembelajaran di mana dosen memberikan tugas kepada mahasiswa untuk dikerjakan secara individu maupun kelompok sebagai bagian dari proses belajar. Tugas tersebut dirancang untuk memperdalam pemahaman materi, melatih kemandirian, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analitis mahasiswa.

Metode ini dapat berupa tugas membaca, merangkum, membuat makalah, studi kasus, proyek, atau tugas lapangan yang relevan dengan capaian pembelajaran. Melalui metode pemberian tugas, mahasiswa didorong untuk aktif mencari informasi, mengolah data, dan mengaplikasikan pengetahuan yang telah dipelajari. Dengan demikian, metode ini tidak hanya menekankan hasil akhir, tetapi juga proses belajar yang lebih mandiri dan bertanggung jawab.


Asesmen dan Evaluasi Pembelajaran
2026 Pekerti

Asesmen dan Evaluasi Pembelajaran

Materi ini membahas konsep dasar asesmen pembelajaran dalam pendidikan tinggi yang meliputi assessment for learning, assessment as learning, dan assessment of learning, serta perannya dalam mendukung proses dan hasil belajar mahasiswa. Selain itu, materi mencakup prinsip, teknik, dan instrumen penilaian seperti Classroom Assessment Techniques, rubrik, serta berbagai bentuk tes dan non-tes, yang dikaitkan dengan capaian pembelajaran. Materi juga menekankan pentingnya constructive alignment, serta prosedur pengembangan, pelaksanaan, dan pelaporan asesmen yang terintegrasi untuk memastikan ketercapaian kompetensi mahasiswa.


Media Pembelajaran Inovatif
2026 Pekerti

Media Pembelajaran Inovatif

Materi ini membahas media pembelajaran inovatid melalui pengelolaan pembelajaran berbasis teknologi dalam pendidikan tinggi di era digital, termasuk perubahan paradigma pendidikan, pentingnya literasi teknologi bagi dosen, serta peran teknologi dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran. Materi juga mencakup penggunaan Learning Management System (LMS) untuk pembelajaran daring dan blended learning, pemanfaatan berbagai platform digital untuk meningkatkan interaksi dan penilaian, serta prinsip dasar desain media presentasi yang efektif, komunikatif, dan berorientasi pada kebutuhan mahasiswa guna meningkatkan keterlibatan dan pemahaman dalam proses pembelajaran.

Materi ini juga membahas konsep dasar Learning Management System (LMS) sebagai platform digital untuk merancang, mengelola, dan memfasilitasi pembelajaran daring maupun blended learning, termasuk peran, perkembangan, serta fitur utama seperti penyediaan materi, absensi, forum diskusi, tugas, dan penilaian. Selain itu, materi juga memperkenalkan Massive Open Online Courses (MOOC) sebagai pembelajaran daring terbuka berskala besar, beserta karakteristik, manfaat, dan peluang pemanfaatannya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas akses sumber belajar, serta mendorong kolaborasi akademik secara global


Pengembangan Rencana Pembelajaran Semester (RPS)
2026 Pekerti

Pengembangan Rencana Pembelajaran Semester (RPS)

Materi ini mencakup ketentuan dan kriteria Rencana Pembelajaran Semester (RPS), serta tahapan atau prosedur penyusunannya. Tahapan tersebut meliputi perumusan capaian pembelajaran mata kuliah, analisis pembelajaran, penyusunan indikator atau kriteria capaian pembelajaran, penetapan luaran dan kinerja capaian pembelajaran, serta penyusunan rubrik dan rencana asesmen capaian pembelajaran. Selain itu, materi ini juga mencakup praktik penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS).


Team Teaching dan Manajemen Kelas
2026 Pekerti

Team Teaching dan Manajemen Kelas

Materi ini membahas dua aspek penting dalam pelaksanaan pembelajaran di perguruan tinggi, yaitu kerja sama antar dosen dalam mengajar serta pengelolaan kelas yang efektif. Team teaching adalah model pembelajaran yang melibatkan lebih dari satu dosen dalam satu mata kuliah untuk saling berkolaborasi dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran sehingga materi dapat disampaikan secara lebih komprehensif dan terintegrasi.

Sementara itu, manajemen kelas mencakup kemampuan dosen dalam mengatur suasana belajar, mengelola interaksi mahasiswa, serta menciptakan lingkungan kelas yang kondusif, aktif, dan disiplin. Pengelolaan yang baik membantu meningkatkan partisipasi mahasiswa, mengurangi gangguan pembelajaran, dan mendukung tercapainya tujuan pembelajaran secara optimal. Kombinasi team teaching dan manajemen kelas yang efektif akan meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di perguruan tinggi.


Dasar-dasar Komunikasi, Keterampilan Dasar Mengajar, dan Bimbingan Mahasiswa
2026 Pekerti

Dasar-dasar Komunikasi, Keterampilan Dasar Mengajar, dan Bimbingan Mahasiswa

Materi ini membahas pengelolaan kelas yang efektif melalui komunikasi yang baik dan keterampilan mengajar yang tepat, termasuk prinsip komunikasi, peran dosen sebagai fasilitator, serta upaya menciptakan interaksi dan umpan balik yang konstruktif. Selain itu, materi mencakup strategi pembelajaran berpusat pada mahasiswa, penerapan prinsip andragogi, serta pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung pengembangan berpikir kritis, kolaborasi, dan kemandirian mahasiswa.


Pengantar Praktek Mengajar (Microteaching)
2026 Pekerti

Pengantar Praktek Mengajar (Microteaching)

Materi ini berfokus pada latihan langsung dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran di kelas melalui simulasi mengajar antar peserta. Materi ini mencakup penyusunan rencana pembelajaran, pemilihan metode dan media yang sesuai, keterampilan komunikasi, serta pengelolaan kelas yang efektif. Peserta juga melakukan refleksi dan menerima umpan balik untuk meningkatkan kualitas praktik mengajar. Melalui materi ini, peserta diharapkan mampu mempraktikkan pembelajaran di kelas secara efektif dan profesional.


Penyusunan Analisis Kompetensi
2026 Pekerti

Penyusunan Analisis Kompetensi

Materi ini adalah praktek penyusunan capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK) secara mandiri dibawah bimbingan fasilitator yang ditunjuk oleh panitia sesuai alokasi alokasi jam pembelajaran yang telah ditetapkan.


Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS)
2026 Pekerti

Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS)

Materi ini adalah praktek penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) secara mandiri dibawah bimbingan fasilitator yang ditunjuk oleh panitia sesuai alokasi alokasi jam pembelajaran yang telah ditetapkan.


  • 1 (current)
  • 2
  • » Next